Home Surat APBDes UMKM Kontak


Desa Gapuk Integrasikan PUAN JAGA ke RKPDes, Tingkatkan Kapasitas dan UMKM Perempuan

Moh. Helmi     Kamis, 06-08-2026

desagapuk.comGapuk, Pemerintah Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, meluncurkan Program PUAN JAGA (Perempuan Penanggung Jawab Keluarga) sebagai gerakan perubahan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) melalui pemberdayaan perempuan, khususnya ibu-ibu yang berstatus sebagai kepala keluarga. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, dan peran aktif perempuan melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi desa.

Kepala Desa Gapuk, Nurdin, S.Pd.I., mengatakan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan sumber daya manusia, terutama kelompok masyarakat yang selama ini masih berada pada kondisi rentan secara ekonomi.

"Selama ini pembangunan lebih banyak berfokus pada infrastruktur. Kini saatnya kita membangun manusianya. Saya sering melihat ibu-ibu yang menjadi kepala keluarga harus berjuang sejak dini hari mencari nafkah dengan pekerjaan seadanya. Dari situlah muncul gagasan agar mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi benar-benar diberdayakan melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Kalau kita ingin masyarakat maju, jangan hanya memberikan ikannya, tetapi berikan kailnya agar mereka mampu mandiri. Itulah semangat lahirnya Program PUAN JAGA," tegas Nurdin, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Gapuk telah menyiapkan enam kader terbaik sebagai pendamping masyarakat yang akan mengawal keberlangsungan program sekaligus membantu menggali potensi yang dimiliki setiap peserta agar dapat berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Gapuk, H. Zaenudin, S.E., M.E., menyampaikan bahwa seluruh aspirasi perempuan akan dihimpun sebagai bahan penyusunan program dalam RKPDes sehingga setiap kebijakan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat.

"Kami ingin ibu-ibu menyampaikan secara terbuka apa yang menjadi kebutuhan, persoalan, maupun gagasan mereka. Semua usulan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pemberdayaan perempuan melalui RKPDes agar pembangunan desa benar-benar berpihak kepada masyarakat," ujarnya.

Ketua LAKPESDAM NU Lombok Barat, Fauzi, menegaskan bahwa perempuan harus diberikan ruang untuk menyampaikan suara dan aspirasinya karena mereka merupakan bagian penting dalam pembangunan desa.

"Jangan takut menyampaikan pendapat kepada kepala desa. Forum ini memang disiapkan agar ibu-ibu bisa berbicara mengenai kebutuhan dan harapannya. Semua aspirasi yang muncul akan menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa yang lebih inklusif dan berpihak kepada perempuan," katanya.

Sementara itu, fasilitator kegiatan, Dian, menjelaskan bahwa Desa Gapuk memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, mulai dari pemanfaatan hasil pertanian hingga pengolahan limbah sabut kelapa menjadi cocopeat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Potensi Desa Gapuk sangat besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya menjadi peluang usaha yang mampu memberikan penghasilan bagi perempuan kepala keluarga. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin mereka memiliki usaha sendiri, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya," jelasnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) UIN Mataram yang turut hadir mendampingi para peserta selama proses berlangsung. Mahasiswa KKP berperan membantu ibu-ibu menuliskan gagasan, harapan, kebutuhan, dan cita-cita mereka ke dalam lembaran surat aspirasi yang disiapkan sebagai instrumen penggalian data dan media penyampaian harapan terhadap Program PUAN JAGA. Pendekatan tersebut tidak hanya menjadi sarana menghimpun aspirasi masyarakat, tetapi juga menciptakan suasana yang hangat, penuh kebersamaan, serta mempererat hubungan antarpeserta.

Peserta kegiatan berasal dari enam dusun di Desa Gapuk, yakni Dusun Batu Mulya, Karang Tengah, Karang Bayan, Mensulik, Gapuk, dan Beremi. Seluruh peserta kemudian dibagi menjadi enam kelompok sesuai asal dusun untuk berdiskusi dan mengisi surat harapan yang berisi kebutuhan, potensi, serta usulan program sebagai motivasi dan dasar penyusunan kebijakan pemberdayaan perempuan dalam RKPDes.

Melalui kolaborasi Pemerintah Desa Gapuk, LAKPESDAM NU Lombok Barat, mahasiswa KKP UIN Mataram, para fasilitator, dan masyarakat dari enam dusun, Program PUAN JAGA diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berbasis desa yang mampu meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, memperkuat peran perempuan sebagai penanggung jawab keluarga, serta mewujudkan pembangunan Desa Gapuk yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.


© 2026 Pemdes Gapuk Lombok Barat

Chat WhatsApp