Moh. Helmi Rabu, 07-10-2026
desagapuk.com — Gapuk, Pendaftaran calon Kepala Desa Gapuk, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat, memasuki hari terakhir. Nurdin, S.Pd.I., menjadi pendaftar kedua setelah sebelumnya Muhidin tercatat sebagai pendaftar pertama.
Nurdin mendaftarkan diri dengan membawa gagasan pembangunan yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
Dalam penyampaian visi program, Nurdin mengatakan pemberdayaan masyarakat akan menjadi salah satu sektor utama dalam arah pembangunan Desa Gapuk apabila mendapat amanah masyarakat.
“Desa Gapuk berdaya, ekonomi tumbuh, SDM tangguh, potensi desa menjadi kekuatan. Pemberdayaan ke depan berbasis potensi, termasuk potensi manusia,” kata Nurdin, Rabu, 7 Oktober 2026.
Nurdin menjelaskan, pemberdayaan masyarakat akan diarahkan kepada kelompok rentan yang masih membutuhkan ruang pengembangan kapasitas.
“Kita akan lebih kepada kaum rentan, bagaimana masyarakat yang masih termarjinalkan bisa mendapatkan ruang pemberdayaan. Kemudian bagaimana kita meningkatkan sumber daya manusia remaja, sehingga menjadi remaja yang produktif dan mampu berkembang,” ujar Nurdin.
Menurut Nurdin, pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian, namun pemberdayaan sumber daya manusia dan pengembangan potensi desa menjadi fokus utama.
“Isu infrastruktur mungkin tetap menjadi isu, tetapi fokus besar kita adalah pemberdayaan berbasis potensi. Isu lingkungan tetap kita perhatikan, hanya saja fokus besar kita adalah bagaimana potensi yang ada bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi desa,” jelas Nurdin.
Pada sektor pertanian, Nurdin menyebut Desa Gapuk memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekonomi produktif masyarakat.
“Kalau potensi kita pertanian, tentu kita berbicara tentang produksi, pascapanen, pengelolaan hasil, akses pasar, sampai jalan usaha tani. Persoalan infrastruktur pertanian juga perlu diperhatikan, termasuk akses masyarakat menuju lahan pertanian,” ungkap Nurdin.
Nurdin menilai akses menuju lahan pertanian turut mempengaruhi proses produksi serta harga hasil pertanian masyarakat.
“Ada beberapa titik akses yang perlu kita pantau. Akses tersebut juga mempengaruhi produksi dan harga hasil pertanian yang ada di Desa Gapuk,” tambah Nurdin.
Selain pertanian, arah program pemberdayaan akan menyasar kelompok rentan, pemuda dan pelaku UMKM.
“Untuk misi, pertama penguatan pemberdayaan kaum rentan. Kedua pemberdayaan pemuda. Ketiga pemberdayaan UMKM. Semua akan kita orkestrasi supaya saling berkaitan dan menjadi satu ekosistem pemberdayaan masyarakat,” kata Nurdin.
Nurdin juga menyinggung gagasan penguatan komunitas yang melibatkan perempuan dan keluarga dalam mendukung ketahanan pangan serta pengelolaan lingkungan.
“Teman-teman komunitas perempuan penjaga keluarga juga akan kita dorong. Bagaimana hubungan pemberdayaan perempuan dengan pengelolaan lingkungan dan TPH3R, termasuk bagaimana masyarakat bisa bergerak pada isu ketahanan pangan,” jelas Nurdin.
Nurdin menyampaikan pengembangan potensi desa tidak hanya berhenti pada pemetaan, tetapi diarahkan agar menghasilkan keterampilan, peluang usaha, peningkatan pendapatan dan produktivitas masyarakat.
“Setiap potensi harus kita petakan. Mulai dari potensi, keterampilan yang dibutuhkan, pasar, pendapatan usaha, sampai produksi. Potensi Desa Gapuk harus bisa menjadi kekuatan ekonomi,” tegas Nurdin.
Dalam arah program periode berikutnya, Nurdin juga menyampaikan pentingnya peran pemuda sebagai bagian dari masa depan desa.
“Pemuda Gapuk adalah masa depan desa. Program akan diarahkan kepada keterampilan dan kegiatan produktif yang bisa membuka ruang usaha bagi pemuda,” katanya.
Menurut Nurdin, pembangunan ekonomi desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk kelompok masyarakat, pelaku usaha, lembaga ekonomi desa, koperasi, pemerintah, serta lembaga pendidikan.
“Ekonomi desa harus dibangun bersama. Kelompok masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, lembaga ekonomi desa, koperasi dan lembaga pendidikan harus berada dalam satu ekosistem,” ujar Nurdin.
Nurdin juga memperkenalkan Trilogi Desa Gapuk: Tunas, Ta'at dan Tuntut sebagai bagian dari gagasan pembangunan yang dibawa dalam pencalonan.
“Tunas berarti menumbuhkan potensi dan harapan masyarakat. Ta'at berarti membangun dengan nilai amanah, tertib, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat. Sedangkan Tuntut berarti terus meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat,” jelas Nurdin.
Menurut Nurdin, ketiga konsep tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mengembangkan potensi masyarakat dan desa secara berkelanjutan.
“Pembangunan bukan sekadar membuka program baru, tetapi bagaimana memperbesar kemampuan masyarakat agar semakin mandiri dan mampu mengelola potensi Desa Gapuk,” pungkas Nurdin.
© 2026 Pemdes Gapuk Lombok Barat