Moh. Helmi Rabu, 14-10-2026
desagapuk.com – Lombok Barat, Sesi tanya jawab dalam Pelatihan Jurnalistik Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Lombok Barat menjadi ruang bagi peserta untuk memperdalam pemahaman tentang strategi pemanfaatan digitalisasi informasi, teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, serta penyusunan konten informasi publik yang edukatif dan mudah diakses melalui platform digital, Rabu, 14 Oktober 2026.
Dalam sesi tersebut, salah satu peserta KIM dari Kecamatan Sekotong menyampaikan pertanyaan mengenai teknik pengambilan gambar dan penyuntingan video yang baik. Peserta mengaku masih membutuhkan pembelajaran lebih lanjut agar mampu menghasilkan konten video yang menarik dan berkualitas untuk mendukung penyebaran informasi di masyarakat.
Baca Juga: Diskominfotik Lombok Barat Gelar Pelatihan Jurnalistik KIM, Dorong Informasi Desa Lebih Berkualitas
Peserta tersebut berharap pemateri dapat memberikan penjelasan praktis mengenai proses penyuntingan video, mulai dari pengambilan gambar hingga menghasilkan konten yang layak dipublikasikan melalui media sosial.
Menanggapi pertanyaan tersebut, perwakilan Pratama Pictures, tim kreatif sekaligus rumah produksi (production house), menjelaskan bahwa kualitas konten informasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan penyuntingan video, tetapi juga oleh kekuatan pesan yang disampaikan kepada publik.
“Menurut saya, hal paling krusial bukan hanya proses penyuntingan, tetapi informasi yang disampaikan. Konten yang menjadi viral tidak selalu karena hasil editing yang bagus, melainkan karena pesan yang disampaikan mampu menarik perhatian masyarakat,” jelas pemateri.
Baca Juga: Pawai Ta’aruf MTQ XXXII Gerung Menggema, Desa Gapuk Tunjukkan Kekompakan
Pemateri memberikan contoh pemberitaan mengenai bencana banjir di salah satu desa. Dalam situasi tersebut, video sederhana yang merekam kondisi banjir secara langsung dapat memberikan informasi penting kepada masyarakat, meskipun tanpa efek visual yang rumit.
“Misalnya, saat terjadi banjir di salah satu desa, kita cukup membuat satu video yang memperlihatkan kondisi sebenarnya. Tidak harus menggunakan banyak efek atau teknik editing yang rumit. Hal terpenting adalah informasi yang disampaikan jelas, didukung narasi yang kuat, serta teks yang mudah dipahami,” ungkap pemateri.
Lebih lanjut, pemateri menekankan bahwa pembuatan konten harus disesuaikan dengan tujuan komunikasi. Konten hiburan, kegiatan masyarakat, dan informasi kebencanaan memiliki kebutuhan penyajian yang berbeda. Oleh karena itu, kreator perlu memahami pesan utama sebelum menentukan teknik pengambilan gambar maupun proses penyuntingan.
Menurut pemateri, penggunaan narasi yang tepat, teks informatif, dan gambar yang sesuai dapat membantu masyarakat memahami isi informasi dengan lebih cepat. Pendekatan tersebut juga memungkinkan pengelola KIM menghasilkan konten yang bermanfaat tanpa harus bergantung pada perangkat atau teknik penyuntingan yang kompleks.
Baca Juga:Nurdin Daftar Calon Kades Gapuk, Usung Pemberdayaan Berbasis Potensi Desa
Melalui sesi tanya jawab tersebut, peserta diharapkan semakin memahami bahwa keterampilan jurnalistik digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup ketepatan informasi, kejelasan narasi, dan kemampuan menyampaikan pesan sesuai kebutuhan masyarakat, Ungkap Pemateri
Penguatan kemampuan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong KIM agar mampu memproduksi konten informasi publik yang akurat, menarik, edukatif, serta mudah diakses melalui berbagai platform digital.
© 2026 Pemdes Gapuk Lombok Barat